Google analitycs checklist agar mudah saat implementasi


Penggunaan GA sering membingungkan bagi pemula. Navigasi yang cukup kompleks membuat siapa saja terasa "lelah". Bahkan sebelum menggunakannya.

Image by Google Analytic

Padahal, GA akan sangat membantu kita untuk menganalisa data website secara komprehensif.

Oleh sebab itu, khusus di artikel ini akan kita pelajari GA berdasarkan tahapan penggunaan, mulai dari perencanaan hingga analisis.

Dan, yang akan kita ketahui dari artikel ini:

  1. Planning checklist
  2. Implementation checklist
  3. Setup and configuration checklist
  4. Technical setup checklist
  5. Campaign tracking checklist
  6. Ecommerce checklist
  7. Event tracking checklist
  8. Goal checklist
  9. Site search checklist
  10. Integration checklist
  11. Analysis checklist

Sengaja saya tulis dalam bahasa Inggris mengingat kebanyakan dashboard GA sengaja diatur dalam bahasa Inggris (Meski penggunanya bisa berbahasa Indonesia).

Mari mulai...


Planning Checklist

Image by Analogic

Sebelum jauh melangkah, pastikan tujuan bisnis dan dibuatnya website selaras dengan fitur yang akan dipakai di Google Analytics.

Misalnya, bila kita membuat website agen real estat, maka konfigurasi GA akan berbeda dengan web e-commerce dengan ribuan produk.

Meski sudah familiar dengan GA, planning checklist ini tetap diperlukan. Terutama untuk mempercepat dokumentasi aspek-aspek utama yang perlu diketahui di laporan GA. Dokumentasi yang runtut akan memudahkan untuk melihat celah saat melacak situs web dan audiens.

Ketika berencana menggunakan dan/atau mengimplementasikan strategi di GA, setidaknya kita sudah mengetahui:

  • Tujuan website dibuat
  • Sasaran yang relevan dengan tujuan website dibuat
  • Fitur dan opsi konfigurasi Google Analytics berdasarkan kebutuhan bisnis (misalnya, pelacakan peristiwa, ID pengguna, pelacakan e-niaga, dll.)
  • Metrik apa yang akan diukur dan bisa diterapkan di GA sesuai tujuan bisnis dan website
  • Retang waktu peninjauan fitur dan opsi konfigurasi GA baru sesuai tujuan bisnis dan website

Implementation checklist

Image by Google Analytic

Implementasi ini soal penambahan tracking code ke website. Selain itu, kode yang sudah dipasang tersebut mampu melacak semua halaman (dan tindakan penting lainnya) secara benar.

Untuk memastikan hal tersebut, maka kita perlu:

  • Memastikan belum ada tracking code yang dimasukkan di website. Apabila belum ada, maka masukkan tracking code ke website.
  • Menggunakan satu akun Google Analytics untuk melacak website. Apabila ingin menghubungkan dengan yang lain, pastikan itu terkait dengan website utama. Apabila berbeda, buat akun baru.
  • Menerapkan properti kode pelacakan yang terhubung dengan versi Google Tag Manager.
  • Status tracking code sudah diperiksa dengan Google Tag Manager debug console (menggunakan the ‘Preview’ mode) untuk memastikan pemasangan sudah tepat.
  • Menggunakan Google Tag Assistant untuk memastikan bahwa tracking code terpasang dengan benar.

Setup and configuration checklist

Image by Google Analytic

Ada banyak pengaturan dan pilihan konfigurasi yang tersedia di dashboard GA. Oleh sebab itu, tahap pertama yang perlu diperhatikan yaitu pastikan pengaturan mendasar pada GA sudah tepat, meliputi:

  • Zona waktu pelaporan sudah benar
  • Mata uang pelaporan sudah benar
  • Halaman default telah dikonfigurasi
  • Filter pengecualian lalu lintas internal telah diterapkan
  • Filter hanya memuat host yang sebelumnya telah diterapkan
  • Hindari penggunaan bot di pengaturan tampilan
  • Pengulangan data sudah diterapkan pada properti
  • Menyediakan tampilan pelaporan tanpa pengaturan filter, primer, dan pengujian di setiap properti
  • Pelaporan berbasis pengguna telah diaktifkan
  • Laporan Demografi dan Minat telah diaktifkan
  • Laporan Pembandingan telah diaktifkan

Technical setup checklist

Image by Google Analytic

Beberapa pengaturan membutuhkan modifikasi pada tracking code GA. Berikut beberapa konfigurasi yang sebaiknya tidak terlewatkan:

  • Pelacakan lintas-domain diterapkan jika pengguna berkunjung ke banyak domain
  • Tracking code tidak diduplikasi di setiap halaman
  • Menerapkan tracking code versi terbaru (Apabila kita belum menggunakan Google Tag Manager)
  • Opsi berbagi sosial dilacak ke dalam Plugin report (di bawah ‘Sosial’)
  • Apabila sesuai, pastikan ID Pengguna telah diterapkan untuk melacak perilaku pengguna di beberapa perangkat
  • Telah menerapkan pengaturan Content grouping
  • Pengelompokan konten telah dikonfigurasi
  • Tidak selalu menjadikan halaman utama website sebagai tujuan rujukan
  • Melacak halaman error 404
  • Menghubungkan Google Optimize dengan Google Analytics
  • Memastikan tracking code sudah terhubung dengan Google Optimize
  • Menerapkan preview anti-flicker yang tersedia di Google Optimize

Campaign tracking checklist

Image by Google Analytic

Mengingat akurasi laporan GA terhadap setiap campaign sangat penting, maka kita pun perlu memastikan Google Ads atau marketing campaign lainnya akan termonitor dan dilaporkan secara benar. Cara memastikannya meliputi...

  • Google Ads dan GA sudah terhubung
  • Semua akun Google Ads sudah terhubung
  • Setiap klik pada Google Ads sudah sesuai dengan
  • Tidak ada tag campaign lain yang digunakan di Google Ads
  • Tidak ada tag campaign lain yang dipakai di internal link website
  • Custom channel grouping sudah dikonfigurasi

Ecommerce checklist

Image by Google Analytic

Ketika pengunjung berubah menjadi pembeli, maka muncul laporan di dashboard GA. Itu artinya, kita sudah menggunakan Ecommerce tracking. Konfigurasi ecommerce tracking sudah terintegrasi dengan beberapa platform ecommerce, seperti Shopify, Bigcommerce, dan Squarespace.

Integrasi antara GA dan beberapa platform ecommerce tersebut tentu akan sangat memudahkan sekaligus menguntungkan, asalkan:

  • Ecommerce tracking sudah terimplementasi
  • Situs Ecommerce selalu diperbaharui, dari sisi produk dan pengaturan lainnya
  • Data ecommerce selalu akurat

Event tracking checklist

Image by Google Analytic

GA memudahkan kita untuk memonitor setiap perilaku audiens di website dengan menggunakan Event tracking.

Fitur ini memungkinkan untuk melakukan tracking segala hal yang di tambahkan pada halaman, seperti YouTube video, tindakan scrolling pada konten, dan banyak hal lain.

Konfigurasi Event tracking ini sudah bisa diimplementasikan pada versi Google Tag Manager. Oleh sebab itu, pastikan:

  • Event tracking sudah terimplementasi pada outbound link, mailto link,  download, dan lainnya
  • Event tracking terimplementasi pada internal campaign, seperti:  promotional banner pada website
  • Event tracking terimplementasi pada interactive content, misalnya:  YouTube video
  • Penamaan convention yang konsisten pada Event (kategori, tindakan, dan label)
  • Event tracking ditetapkan sebagai "Non-interaction" sehingga bounce rate tidak mempengaruhinya
  • Event tracking digunakan secara selektif sehingga tidak terpengaruh oleh pembatasa GA Hit.

Goal checklist

Image by Google Analytic

Ketika sudah melakukan pengaturan Goal di GA, kita dapat melihat audiens yang terkonversi dan mengelompokkan konversi ke Marketing channels, halaman konten, dan segala tindakan lain yang telah diatur sebelumnya.

Apabila demikian, pastikan pula:

  • Goals sudah diatur secara tepat
  • Value sudah diterapkan pada setiap Goal. Misalnya: example, actual, calculated, atau symbolic values.
  • Macro atau micro conversion termonitor secara tepat
  • Setiap langkah pada Goal funnel telah terdefinisi dan sesuai

Site search checklist

Image by Google Analytic

Seringkali, kita memasang fitur pencarian pada website. Fitur tersebut pun bisa kita optimal sebagai "resource" penting memutuskan strategi optimasi website di tahap selanjutnya.

Fitur Site search ini akan bermanfaat untuk mengidentifikasi kesenjangan antarakonten dan masalah navigasi.

Mengingat site search report akan memberi valuable insight, maka:

  • Pastikan Site search report sudah terkonfigurasi secara tepat
  • Pastikan Site search categoriy sudah pula terkonfigurasi
  • Lowercase filter sudah diterapkan pada site search keyword

Integration checklist

Image by Google Analytic

Seiring berlajalannya waktu, GA dapat diintegrasikan dengan beragam produk Google, bahkan produk lain selain milik Google. Oleh sebab itu, pastikan kita sudah:

  • Menghubungkan Google Search Console, Google AdSense, Google Optimize, dan platform selain Google yang dibutuhkan
  • Membuat Audiens list (untuk pelapotan dan remarketing campaign)
  • Mengaktifkan "Google signals" sebagai sumber wawasan lintas-perangkat secara otomatis
  • Meng-import data-data terkait. Seperti: data biaya iklan dari platform pihak ketiga, data pengembalian dana, dll.
  • Mengimplementasikan custom metric dan custom dimention.

Analysis checklist

Image by Google Analytic

Setelah melakukan serangkaian pengecekan implementasi pengaturan, tiba saatnya kita gunakan GA untuk meng-improve website dan marketing campaign. Setidaknya, penggunaan GA mendorong kita untuk:

  • Fokus pada analisa dan insight, bukan pelaporan saja
  • Setiap laporan di dashboard GA menyediakan informasi yang Valuable bagi bisnis
  • Mengotomatisasi Repetitive report
  • Peluang perbaikan tetap tersedia, terutama pada halaman arahan, konten situs web, navigasi situs web, kampanye pemasaran, dll.
  • Konsisten dalam hal eksperimen, salah satunya dengan menggunakan Google Optimize

Secara berkala, kita akan bahas satu-persatu subtopik di atas secara lebih detail dan disertai screenshoot sebagai panduan implementasi.

Apakah ada list yang belum ditulis di atas? Beritahu kami melalui kolom komentar.