Tutorial traffic acquisition di google analytics


Memahami lebih rinci mengenai jenis-jenis traffic acquisition di GA.

GA memang cukup powefull dan komprehensif untuk menganalisa website. Untuk memperoleh benefit dari GA, kita perlu tahu apa dan bagaimana sebuah traffic tercatat pada server GA.

Berikut ini kita pelajari soal traffic acquisition meliputi:

  • Visitor demographic
  • Visitor behavior
  • Mobile traffic
  • Traffic acquisition strategy

Mari kita mulai:

Visitor demographic

Gunakan location report untuk mengetahui seluk-beluk demografi pengunjung. Visualisasinya kurang lebih seperti ini:

Visualisasi demografi berdasarkan location report

Kita bisa melihat report ini melalui menu GA di:

> Klik audience
> Klik geo
> Pilih location
Navigasi menemukan location user

Selanjutnya, Kita akan melihat result berdasarkan country.

Result analisa demographic

Selain itu, kita pun bisa melihat result lain, misalnya demographic by city.

Opsi result lain dari analisa demografi

Apa yang bisa kita manfaatkan dari hasil analisa tersebut?

Informasi ini bisa dipakai sebagai pedoman optimasi website dan campaign. Pada contoh di atas, website akan dioptimasi untuk audiens di...

  • Indonesia
  • India
  • Cambodia

Apabila target audiens adalah penduduk luar negeri.

Atau, kita juga mengoptimasi dengan skala lokal. Misal, Indonesian only. Optimasi website dan campaign untuk audiens dari:

  • Jakarta
  • Surabaya
  • Depok

Optimasi yang dimaksud meliputi: konten website (bahasa, topik pembahasan, copywrite, dan desain) dan relevansi campaign yang cocok sesuai audiens.


Visitor behaviour

Untuk analisa bagian ini, kita bisa menggunakan:

  • New vs Returning report
  • Frequency and Recency report
  • Engagement report

Tiga menu analisa tersebut sudah disediakan oleh GA. Kita bisa menemukannya di menu...

> Buka Audience
> Cari dan klik menu Behavior
Menu analisa visitor behavior

Setelah menemukan 3 menu tersebut, kita ketahui maksud masing-masing.

New vs Returning

Menu ini berisi perbandingan informasi antara pengunjung baru dan pengunjung lama (yang mengunjungi website secara berulang). Kita bisa menerapkan segmen tambahan (seperti: paid search traffic, non-paid search traffic, referral traffic, direct traffic, dan lain-lain).

Frequency and Recency report

Frequency merupakan jumlah kunjungan audiens di website dalam kurun waktu tertentu. Frequency kunjungan sering disebut sebagai loyalty. Semakin sering si pengunjung datang ke website, semakin tinggi pula skor loyalty pengunjung tersebut.

Pada menu ini, kita bisa menerapkan pengaturan tambahan yaitu visit with conversions dan visit with transactions.

Preview result visit with conversions

Khusus untuk pengaturan visit with transactions, opsi ini bisa kita pergunakan untuk mengetahui persentase profitable visitor loyalty. Persentase ini amat diperlukan oleh website berkonsep ecommerce. Alasannya, mayoritas pengunjung ecommerce tidak terkonversi menjadi pembeli pada first visit. Oleh sebab itu, kita perlu mengupayakan supaya mereka mau melakukan return visit.

Sama seperti sebelumnya, kita bisa pula menerapkan pengaturan tambahan berupa: paid search traffic, non-paid search traffic, referral traffic, direct traffic, dan lain-lain, untuk mengetahui visitor loyalty dari traffic source yang berbeda.

Recency merupakan jumlah hari sejak terakhir kali audience berkunjung ke website. Apabila dalam kurun waktu 24 jam si audience melakukan kunjungan sebanyak 2 kali, maka perhitungan akan masuk ke kategori "0 days since last visit".

Preview result "0 days since last visit"

Kita juga bisa menambahkan pengaturan tambahan, yaitu visit with conversions dan visit with transactions untuk menentukan profitable visitor's recency.

Catatan: Secara umum, visitor yang masuk ke dalam kategori "buying mode" cenderung beberapa kali berkunjung ke satu website dalam kurun waktu 24 jam. Oleh sebab itu, result statistik visit with transactions seringkali masuk ke dalam kategori "0 days since last visit".

Engagement report

Menu ini berisi visit duration dan page depth report.

  • Visit duration bermakna durasi kunjungan audiens di dalam website. Visit duration sering dikenal sebagai web session. Skala visit duration berada di rentang 0-10 seconds, 11-30 seconds, dan seterusnya.
  • Page depth merupakan jumlah halaman website yang telah diakses oleh pengunjung di setiap web session. Page dept memiliki skala 1, 2, 3, 4, 5, ... Di kategori ini, kita bisa menerapkan visit with conversions dan visit with transactions untuk menentukan profitable visitor's engagement.
Result engagement report

Mobile traffic

Kita bisa melihat report mobile traffic melalui:

> Menu audience
> Klik Mobile
> Pilih overview atau device
Cara mengetahui mobile traffic report

Mobile overview

Di menu ini, kita bisa melihat jumlah traffic, conversions, dan revenue yang melalui mobile device atau non-mobile device. Selain itu, kita bisa menerapkan opsi "compare to site average" untuk membandingkan performa website di mobile device.

Result laporan opsi compare to site average pada mobile traffic

Mobile device

Ini merupakan menu yang menampilkan ragam platform device milik audience, meliputi: Iphone, Samsung, Xiaomi, dst. Selain itu, pada mobile device report juga akan ditampilkan laporan terkait conversions dan revenue melalui mobile device. Namun, kita perlu menerapkan pivot table. Penjelasan mengenai topik "pivot table" akan dijelaskan di halaman selanjutnya.

Pivot table pada menu mobile device report

Traffic acquisition strategy

Setiap website, setidaknya harus menerapkan balanced portfolio of traffic source. Konsep ini mendorong setiap website memiliki sumber traffic website yang merata (tidak hanya bergantung pada search engine).

Review sumber traffic yang ideal
Catatan: Cara ini dipakai supaya traffic bahkan revenue bisnis tidak down saat website terkena banned oleh mesin pencari.

Diverisify traffic acquisition

Pembagian sumber traffic yang ideal berpedoman pada persentase berikut ini:

  • Traffic dari search engine maksimal 40%. Apabila persentase lebih dari 50%, maka website berada pada kondisi high risk. Kondisi ini menandakan bahwa website sangat tergantung dengan search engine.
  • Organic traffic lebih besar dari paid traffic. Me-reduce biaya pemasaran hanya bisa idlakukan dengan fokus pada organic traffic. Oleh sebab itu, pastikan digital marketing strategy berfokus pada organic traffic.
  • Direct traffic berada di kisaran 30%. Bilamana persentase kurang dari 15%, maka menandakan bahwa "branding strategy" bisnis bermasalah.
  • Referring site traffic di kisaran 20%. Apabila persentase ini cukup rendah, menandakan ada masalah pada link building strategy dan content marketing strategy.
  • Campaign traffic di kisaran 10%. Traffic ini bukan merupakan dari organic search, PPC, referring site, direct traffic, dll. Umumnya, sumber campign traffic berasal dari email marketing, display ads, banner ads, social media campaign, dst.

Kita bisa melihat report traffic acquisition dengan cara...

> Pilih acquisition
> Pilih report yang kita inginkan (meliputi: all traffic, google ads, search console, social, dan campaigns)
Panduan melihat traffic report

Selesai mereview mengenai traffic acquisition strategy, kita lanjutkan ke analisa traffic source, di antaranya:

  • Referral traffic
  • Search traffic
  • Organic traffic
  • Social media search
  • Paid traffic

Penjelasan mengenai 5 source traffic di atas tidak saya bahas di halaman ini. Next akan kita pelajari secara terpisah agar pemaparan lebih komprehensif dan mudah dipahami.

Apabila ada salah kata atau pemaparan, silakan mengirim kritik dan saran kepada kami.

Sekian, terima kasih.

Featured image by TeamWorkshop